Berita Politik

Fadli Zon Minta Risma Cabut Ancaman Pindahkan PNS ke Papua

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon meminta Menteri Sosial Tri Rismaharini mencabut pernyataan mengancam akan memindahkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Balai Wyata Guna, Kota Bandung, Jawa Barat ke Papua.

“Sebaiknya cabut saja pernyataan sensitif seperti ini,” kata Fadli Zon lewat akun Twitter miliknya, @fadlizon pada Selasa (13/7).

Dia menilai pernyataan Risma tersebut menyiratkan seolah Papua merupakan tempat hukuman ASN yang tak becus.

“Pernyataan Menteri Sosial ini menyiratkan seolah Papua jd tempat hukuman ASN yg tak becus,” cuit Fadli.

Sebelumnya, Risma mengancam akan memindahkan ASN di Balai Wyata Guna ke Papua. Pasalnya, ia menganggap pimpinan dan pegawai di balai tersebut tak cakap dalam menangani dapur umum Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

“Saya tidak mau lihat seperti ini lagi. Kalau seperti ini lagi, saya pindahkan semua ke Papua. Saya enggak bisa pecat orang kalau enggak ada salah, tapi saya bisa pindahkan ke Papua. Jadi tolong yang peka,” ujarnya, saat berkunjung ke balai rehabilitasi tersebut, Selasa (13/7).

Balai Wyata Guna Bandung sendiri bertugas menyiapkan makanan siap saji dan telur untuk kebutuhan nutrisi selama PPKM darurat.

Kegeraman Risma bermula saat mendapati pegawai balai yang menyiapkan kibor lengkap dengan pengeras suara aktif. Dia pun meminta agar organ tunggal tersebut dibereskan sambil menegur Kepala Balai Wyata Guna Bandung Sudarsono.

Luapan emosional Risma semakin menjadi tatkala meninjau kesiapan dapur umum. Selain kekurangan peralatan memasak, Risma geram lantaran dapur umum yang sudah dibuat kekurangan personel.

Di sisi lain, banyak pegawai Balai Wyata Guna yang masih berada di dalam kantor, tidak ikut membantu operasional di dapur umum. Dia pun akhirnya mengumpulkan para pegawai di lapangan.

Risma juga meminta agar Kepala Balai Wyata Guna mengawasi anak buahnya bekerja dengan baik demi memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sindiran politikus PDIP soal Papua itu lantas membuat geram netizen. Sejumlah netizen menilai bahwa Risma sudah merendahkan Papua.

Salah satunya adalah budayawan Sujiwo Tejo. Tejo melalui kicauan di akun Twitter bertanya apakah Risma sedang merendahkan Papua lewat aksi marah-marahnya itu.

“Maaf, Bu Risma, bila berita ini benar, apakah Bu Risma tidak sedang merendahkan Papua?,” kicau @sudjiwotedjo.

Tak ketinggalan sejumlah aktivis pembela Papua juga ikut protes terhadap pernyataan Risma tersebut. Akun Timur Matahari menegur Risma agar tidak menyamakan Papua dengan sampah.

“Ibu Pikir disini Tempat Sampah kah… ??? Bentuk diskriminasi terstruktur.. yg muncul melalui ucapan spontan yg sebenarnya sudah ada di dalam alam bawah sadar pejabat2 negara.. dalam melihat papua !!!,” kicau @jayapuraupdate.

Aktivis Veronica Koman juga menyindir bahwa Risma yang merupakan bekas Walikota Surabaya itu sudah dikenal rasis terhadap Papua.

“2 Desember 2018: jajaran Bu Risma bersama Polri dan TNI mengeluarkan paksa seratus lebih mahasiswa Papua dari kota Surabaya sebagai syarat lepasnya 233 mahasiswa Papua yang ditangkap massal,” kicau @VeronicaKoman.

Ada juga netizen yang coba menyindir Risma dengan candaan. Ia mau dipindahkan ke Papua tapi dibayar seumur hidup oleh pemerintah.

Politikus Demokrat Andi Arief juga ikut mengomentari sikap Risma yang bawa-bawa Papua saat marah.

“Alam bawah sadar Ibu Risma merendahkan Papua. Tapi tak usah diperpanjang, mudah-mudahan tidak diulangi,” kicau @AndiArief_

Anda mungkin juga suka...