Berita Politik

Sorotan DPR Pada Kebakaran Yang Terjadi di Kantor BPOM

Pada masa darurat seperti saat ini dimana pandemic Covid 19 yang tak kunjung selesai menyebabkan banyaknya kesulitan yang dialami oleh negara.

Ditengah – tengah masa pandemi ini, justru salah satu Lembaga yang dianggap krusial adalah kantor BPOM.

Pada Minggu, 18 Juli 2021, kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang berlokasi di Jalan Percetakan Negara Raya Nomor 29, Jakarta Pusat mengalami kebakaran.

Kebakaran tersebut terjadi di lantai 1 Gedung F Barat sekitar pukul 21.30 WIB. Menurut penjelasan BPOM, kebakaran tersebut terjadi pada saat sedang dilakukannya pekerjaan peremajaan panel listrik.

Dibutuhkan 8 unit mobil pemadam kebakaran dan 9 unit mobil penunjang dari Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat. Kobaran api pun berhasil dipadamkan pada pukul 22.00 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini dan kerusakan yang terjadi di 1 ruangan Gedung F tidak mengganggu fungsi pelayanan BPOM dan penyebab kebakaran masi diselidiki oleh pihak Polsek Johar Baru.

Rahmad Handoyo, anggota Komisi IX DPR RI mengatakan bahwa kasus kebakaran yang terjadi di kantor BPOM ini perlu diadakan penyelidikan yang lebih mendalam.

Penyelidikan yang lebih mendalam ini bertujuan untuk melihat apakah kejadian tersebut murni kecelakaan atau justru ada unsur kesengajaan yang terjadi.

Mengingat kondisi yang sedang dialami negeri ini yaitu belum berakhirnya pandemi Covid 19 dan BPOM menjadi lembaga yang sangat krusial pada masa saat ini.

Terkait dengan izin edar obat dan izin edar vaksin serta penelitian obat dan sebagainya harus tetap berjalan dimasa ini. Rahmad berharap peristiwa kebakaran tersebut tidak mengganggu kinerja lembaga tersebut dan ia juga berharap jika ini murni kecelakaan.

Dugaan sementara tentang kebakaran ini disebabkan oleh korsletinng listrik. Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Kasudin Gulkarmat) Jakarta Pusat Asril Rizal menyatakan kebakaran dimulai ketika kantor BPOM sedang ada perbaikan panel di Gedung Lorong F Timur dan F Barat.

Selain itu, Kurniasih Mufidayati seorang Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS juga meminta keterbukaan informasi yang terkait dengan dokumen atau obat-obatan yang terbakar dalam kasus kebakaran kantor BPOM ini.

Kebakaran tersebut diklaim hanya terjadi selama 30 menit dan Kurniasih Mufidayati juga meminta pihak  BPOM tidak menutupi dokumen dan obat-obatan apa saja yang ikut terbakar selama kebaran tersebut.

Dia juga meminta agar BPOM dan pemerintah meningkatkan kewaspadaan serta pengamanan di area kantor yang termasuk sektor esensial.

Kemudian, Kurniasih mengatakan pihaknya tengah membahas terkait dengan pemanggilan BPOM dan pihak yang terkait atas insiden kebarakan yang terjadi pada Minggu malam tersebut.

Pada pukul 23.00 WIB, para petugas mulai melakukan proses pendinginan dan penguraian serta pembuangan asap di area terbakarnya kantor BPOM yang terletak di lantai dasar.

Kondisi status hijau dan pemadaman dinyatakan selesai pada Senin puluk 00.42 WIB. Meski begitu, BPOM mengklaim kebakaran yang hanya terjadi selama 30 menit tersebut, membuat BPOM mengalami total kerugian yang ditaksir mencapai Rp 600 juta.

Kepolisisan Johar Baru telah memeriksa sebanyak 5 orang saksi terkait terbakarnya salah satu bangunan di kantor BPOM. Lima orang yang telah diperiksa oleh Kepolisian Johar Baru tersebut adalah pihak pekerja di kantor tersebut.

Keterangan yang berasal dari lima saksi yang merupakan pekerja yang berkaitan dengan panel listrik tersebut akan masih dikembangkan oleh pihak kepolisian, kata Kompol Edison, Kapolsek Johor Baru.

Anda mungkin juga suka...