Berita Politik

DPR Usulkan Menkes Untuk Rancang Skenario Terburuk dari Varian Delta

Charles Honoris yang merupakan Wakil Ketua Komisi bidang Kesehatan DPR RI meminta pemerintah untuk menyiapkan scenario terburuk apabila penyebaran semakin ganas.

Pernyataan ini ia sampaikan untuk menanggapi Budi Gunadi sekali Menteri Kesehatan yang mengatakan bahwa covid varian delta sudah tersebar di 11 daerah di luar pulau Jawa.

Menurutnya, pemerintah harus memastikan sarana dan prasarana kesehatan di seluruh provinsi di luar Jawa siap menghadapi potensi lonjakan kasus Covid-19 di hari mendatang.

“Sudah terdeteksinya penyebaran varian Delta Covid-19 ke sejumlah daerah di luar Jawa-Bali harus segera diantisipasi pemerintah dengan mempersiapkan skenario terburuk menghadapi badai varian ini di seluruh provinsi,” kata Charles kepada CNNIndonesia.com, Rabu (14/7).

Dia menerangkan sarana dan prasarana kesehatan yang harus disiapkan antara lain persediaan oksigen, obat-obatan, dan tempat tidur di seluruh fasilitas kesehatan.

Charlespun mengingatkan persiapan menghadapi penyebaran varian Delta di luar pulau Jawa harus lebih baik agar situasi yang dihadapi Jawa dalam menghadapi gelombang kedua Covid-19 yang terjadi saat ini tidak terjadi.

“Di Pulau Jawa kita sedang menghadapi situasi di mana fasilitas kesehatan sudah kewalahan, obat-obatan Covid-19 sulit didapatkan dan stok oksigen juga langka,” tuturnya.

Charles berkata, semua pihak harus menyadari bahwa kapasitas fasilitas kesehatan di luar Jawa tidak sebaik di Jawa. Jika penyebaran varian Delta di daerah luar Jawa tidak diantisipasi dengan baik, menurutnya, sistem kesehatan berpotensi menjadi lumpuh.

“Tentu kita berharap badai penularan varian Delta ini tidak terjadi di luar Jawa. Namun, belajar dari lonjakan kasus penularan Covid-19 di Jawa, antisipasi lewat skenario terburuk di luar Jawa adalah sebuah keharusan,” kata Charles.

Selain itu, politikus PDIP itu melanjutkan, pengetatan mobilitas masyarakat juga mendesak dilakukan pemerintah di seluruh provinsi.

Sebab, menurutnya, penambahan fasilitas kesehatan sebanyak apapun tidak akan mampu memenuhi kebutuhan penanganan pasien Covid-19 pembatasan mobilitas masyarakat secara besar-besaran tidak berhasil dilakukan.

Sebelumnya, Budi mengungkapkan Covid-19 varian Delta terdeteksi sudah tersebar di 11 daerah di luar Jawa.

“Ada lima daerah di Sumatera, dua di Kalimantan, dua di Sulawesi, satu di Nusa Tenggara, dan satu di Papua,” kata Budi, dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR secara daring, Selasa (13/7).

Ia menyebut 11 daerah tersebut harus diamati secara ketat. Pasalnya, pasien yang terinfeksi varian Delta di 11 daerah tersebut berpotensi dibawa ke Jawa bila fasilitas kesehatan di daerahnya tak mampu lagi menampung.

“Kalau terjadi apa-apa di sana, kapasitas kesehatan pasti dibawa ke Jakarta atau di Jawa,” ujarnya.

Ia pun mengaku sudah menggelar rapat dengan menteri lainnya untuk memastikan kapasitas rumah sakit, hingga persediaan obat, oksigen, tenaga kesehatan, hingga penurunan mobilitas warga.

“Targetnya, kita lakukan monitoring mobilitas manusia, baik menggunakan Google Mobility, Facebook Mobility. Kami harap turun 20 persen kegiatannya, sekarang masih berkisar antara 6 sampai 16 persen. Kalau ini tidak cepat kita turunkan, rumah sakitnya akan berat tekanannya ke mereka,” ucap dia.

Terpisah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Prabowo menyebut 89,6 persen pasien Covid-19 di wilayahya terkontaminasi varian Delta.

“Jadi sampel yang diambil kurang lebih 106 sampel, ditemukan ada 96 sampel yang teridentifikasi varian delta, jadi persentasenya 89,6 persen,” ujar dia, di kantornya, Selasa (13/7).

Anda mungkin juga suka...